Kenapa Namanya Taaho? Cerita di Balik Sebuah Potongan Tahu dan Baris Kode

Posted on November 6, 2025 | Category: Projects

🍢 Kenapa Namanya Taaho? Cerita di Balik Sebuah Potongan Tahu dan Baris Kode

Setiap proyek besar biasanya dimulai dari sesuatu yang kecil — dan sering kali, dari hal yang tidak terduga.
Begitu juga dengan Taaho.

Nama ini terdengar unik, sedikit lucu, tapi mudah diingat. Banyak orang mungkin berpikir Taaho berasal dari istilah teknologi, singkatan, atau nama Jepang yang keren. Padahal, kenyataannya jauh lebih sederhana (dan gurih):
Taaho berasal dari kata “tahu” — makanan favorit Galista.

taaho happy


🧀 Dari Tahu ke Taaho

Cerita ini bermula saat Galista sedang mencari nama yang cocok untuk proyek web portofolionya.
Nama yang:

  • mudah diingat,

  • terasa ringan,

  • dan punya sedikit unsur “dirinya sendiri” di dalamnya.

Karena sering bercanda soal betapa seringnya ia makan tahu, muncul ide spontan:

“Gimana kalau web-ku dinamain Taaho aja — versi lucunya dari tahu?”

Dari situlah lahir nama Taaho — sederhana, personal, dan punya karakter.
Untuk memperkuat identitas itu, dibuatlah ikon karakter tahu yang ceria: simbol dari semangat positif, rasa ingin tahu (curiosity), dan kehangatan dalam berbagi pengetahuan.

Taaho bukan sekadar nama, tapi juga persona digital yang mewakili keceriaan dan semangat belajar Galista di dunia teknologi.


💻 Dari Ide Sederhana ke Proyek Serius

taaho work

Awalnya, taaho.id hanyalah proyek kecil untuk memenuhi rasa ingin tahu Galista tentang bagaimana membangun website pribadi dari nol.
Sebagai seorang mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi, ia ingin punya web sendiri yang bisa menjadi portofolio — tempat untuk menampilkan karya, eksperimen, dan hasil belajarnya di bidang web development.

Namun seiring waktu, visi itu tumbuh.
Taaho tidak lagi hanya menjadi tempat “pamer karya”, tapi juga sebuah platform belajar dan berbagi.
Galista mulai membayangkan:

“Bagaimana kalau Taaho bisa jadi web yang membantu orang lain juga?”

Dari situlah lahir berbagai proyek turunan seperti kalender.taaho.id, blog.taaho.id, dan lainnya — setiap proyek kecil membawa semangat yang sama: membantu lewat teknologi yang sederhana dan berguna.


🔍 Belajar SEO untuk Ditemukan

Galista tahu bahwa membuat web bagus saja tidak cukup.
Agar orang lain bisa menemukan hasil karyanya, web tersebut harus mudah dicari.
Maka ia mulai belajar SEO (Search Engine Optimization) — bagaimana membuat struktur URL yang ramah mesin pencari, menulis deskripsi yang tepat, dan memahami perilaku pengguna internet.

Taaho menjadi ladang eksperimen nyata untuk menerapkan semua ilmu itu.
Setiap proyek di bawah domain taaho.id bukan hanya dibuat untuk tampil menarik, tetapi juga dioptimalkan agar orang-orang benar-benar bisa menemukannya di Google.


🌱 Awal dari Perjalanan yang Lebih Besar

Kini, Taaho bukan sekadar website pribadi.
Ia adalah identitas digital — perpaduan antara karakter, kreativitas, dan semangat belajar yang tidak pernah berhenti.

Dari potongan tahu yang sederhana, tumbuh sebuah platform yang mencerminkan perjalanan Galista:
dari mahasiswa yang suka makan tahu, menjadi pembuat web yang ingin berbagi manfaat lewat karya digitalnya.

Taaho adalah simbol bahwa sesuatu yang kecil bisa menjadi besar,
asalkan dibuat dengan rasa ingin tahu, ketulusan, dan sedikit keberanian untuk memulai.

Taaho and Galista


Penutup:

“Tahu mungkin makanan sederhana, tapi dari tahu-lah aku belajar bahwa hal kecil pun bisa mengenyangkan — begitu juga dengan ide. Taaho lahir dari ide kecil yang terus dipelihara, dan aku ingin terus membiarkannya tumbuh bersama setiap baris kode baru yang kutulis.”


Komentar

Dorothea Dec 15, 2025 02:53

эвакуатор с видеофиксацией Пушкино

Tinggalkan Komentar